Seorang kedua setelah Eka, sebut dia Dwi. Dia adalah temannya temanku. Aku sangat akrab saat itu.. Karna dia sering diajak makan sama temenku ditempat kerjaku. Makin lama makin nyaman. Dan akhirnya aku tau jika dia ada rasa denganku. Karna sebenarnya aku tak pernah ada rasa yang namanya cinta seperti sebelumnya,namun aku nyaman dengan dia.
Saat itu juga sebenarnya ada satu wanita lagi yang menyukaiku. Dia adalah temannya Eka,aku gak tau apa maksudnya. Tp Eka lah yang mengenalkan aku padanya. Dia memperhatikanku saat ulang tahunku bahkan dia memberi kado. Namun aku tak pernah ada perasaan apa apa padanya. Tetap aku masih mencintai Eka. Hingga mungkin setahun lebih akhirnya benar Eka datang menemuiku..
Namun sayang,saat itu aku sudah dekat dengan Dwi. Tanpa cinta memang,namun aku tau pasti Dwi sedang menungguku untuk aku katakan cinta padanya. Saat itulah pilihanku dipertaruhkan. Dari lubuk hatiku masih mencintai Eka sekalipun dulu dia pernah menyakitiku dengan menolak dan meninggalkanku. Tp disisi lain aku menggantungkan harapan Dwi yang mencintaiku. Jika aku menerima Eka,berarti aku akan menyakiti Dwi. Disini tidak ada yang tau bagaimana perasaanku sebenarnya. Cinta Eka namun aku menggantung hubungan Dwi.
Akhirnya kuputuskan untuk tidak menerima Eka kembali. Kukorbankan cintaku padanya. Dan bahkan temenku yang sepupunya Eka sendiri setuju dengan keputusanku untuk menolak Eka,dengan alasan karna dia dulu sudah menyakitiku sedemikian rupa. Tp sebenarnya aku jg sudah memaafkannya dan masih mencintainya.
Dan berakhirlah antara aku dan Eka. Setelah kedatangan dan penyesalannya tak ada lagi hubungan apapun setelah itu.
Kembali pada Dwi,setelah kedatangan Eka. Aku fokuskan ke Dwi. Bagaimana caranya bilang cinta padanya. Aku sama sekali tak berani. Hingga satu saat aku janjian dengannya. Disebuah cafe. Waktu itu aku libur dan pulang kerumah karna ada urusan yang mengharuskan aku pulang. Dan sore aku harus sampai ke kota dimana aku kerja. Tentunya malam hari aku ada janji dengan Dwi. Disini keseriusanku diuji,saat aku akan menuju ke kota / pulang ke tempat kerja, ditengah perjalanan hujan turun sangat lebat. Yang saat itu aku tak bawa jas hujan. Aku berhenti dan nerteduh dirumah seseorang. Kunanti hujannya hingga reda,apa dikata hujan ga reda reda lebatnya. Aku putuskan jika nanti sampai jam 5 hujan belum reda,akan kuterobos hujan ini. Karna perjalanan waktunya masih sekitar 1jam lebih dari tempat aku berteduh . Kutunggu dan kulihat, hujan tak berkurang langit mendung merata pasti merata hujannya,dalam benakku. Hingga waktu menunjukkan pukul 17.00 ,hujan tak kunjung reda. Seperti tadi rencanaku akan menerobos hujan, Kulakukan. Demi cinta kataku.. Hehehe...
Saat sudah tubuh ini basah kuyup kedinginan, tidak jauh melaju hujannya berangsur angsur hilang.. Benar saja, yang hujan lebat hanya disana tadi.. Hingga sampai tempat aku kerja jacket yang aku pekai kering dari basah kuyup karna terkena angin saat perjalanan..tak lama setelah aku sampai, Dwi menjemputku. Kita pergi ketempat janjian kita. Kata anak gaul ngedat. Sebenarnya aku bingung mau nembak Dwi, Takut. Padahal jelas jelas Dwi menungguku untuk nyatakan cinta. Pernah aku tanya sama temanku tentang gmn caranya nembak cewek. Dikasih saran pakai bunga atau semacamnya..
Sarannya aku ambil, saat itu aku sudah menyiapkan setangkai bunga, ga banyaklah bingung nyembunyiinnya. Lama kita ngobrol-ngobrol. Karna masih takut aku,gimana cara memulainya. Kuberanikan diri,dan kuambil bunga yang ku simpan dibalik baju. Aku bilang maukah kau jadi pacarku. Jika mau,ambillah bunga ini,jika tidak mau, tak perlu kau ambil. Lalu dia mengambil bunga tersebut dan bilang dia bersedia jadi pacarku..
Saat itu baru pertama kali statusku berpacaran resmi. Karna ada acara tembak menembak.. Hehehe...