Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Selasa, 27 Januari 2015

Pacar Pertama Meski Bukan Cinta Pertama


Seorang kedua setelah Eka, sebut dia Dwi. Dia adalah temannya temanku. Aku sangat akrab saat itu.. Karna dia sering diajak makan sama temenku ditempat kerjaku. Makin lama makin nyaman. Dan akhirnya aku tau jika dia ada rasa denganku. Karna sebenarnya aku tak pernah ada rasa yang namanya cinta seperti sebelumnya,namun aku nyaman dengan dia. Saat itu juga sebenarnya ada satu wanita lagi yang menyukaiku. Dia adalah temannya Eka,aku gak tau apa maksudnya. Tp Eka lah yang mengenalkan aku padanya. Dia memperhatikanku saat ulang tahunku bahkan dia memberi kado. Namun aku tak pernah ada perasaan apa apa padanya. Tetap aku masih mencintai Eka. Hingga mungkin setahun lebih akhirnya benar Eka datang menemuiku.. Namun sayang,saat itu aku sudah dekat dengan Dwi. Tanpa cinta memang,namun aku tau pasti Dwi sedang menungguku untuk aku katakan cinta padanya. Saat itulah pilihanku dipertaruhkan. Dari lubuk hatiku masih mencintai Eka sekalipun dulu dia pernah menyakitiku dengan menolak dan meninggalkanku. Tp disisi lain aku menggantungkan harapan Dwi yang mencintaiku. Jika aku menerima Eka,berarti aku akan menyakiti Dwi. Disini tidak ada yang tau bagaimana perasaanku sebenarnya. Cinta Eka namun aku menggantung hubungan Dwi. Akhirnya kuputuskan untuk tidak menerima Eka kembali. Kukorbankan cintaku padanya. Dan bahkan temenku yang sepupunya Eka sendiri setuju dengan keputusanku untuk menolak Eka,dengan alasan karna dia dulu sudah menyakitiku sedemikian rupa. Tp sebenarnya aku jg sudah memaafkannya dan masih mencintainya. Dan berakhirlah antara aku dan Eka. Setelah kedatangan dan penyesalannya tak ada lagi hubungan apapun setelah itu. Kembali pada Dwi,setelah kedatangan Eka. Aku fokuskan ke Dwi. Bagaimana caranya bilang cinta padanya. Aku sama sekali tak berani. Hingga satu saat aku janjian dengannya. Disebuah cafe. Waktu itu aku libur dan pulang kerumah karna ada urusan yang mengharuskan aku pulang. Dan sore aku harus sampai ke kota dimana aku kerja. Tentunya malam hari aku ada janji dengan Dwi. Disini keseriusanku diuji,saat aku akan menuju ke kota / pulang ke tempat kerja, ditengah perjalanan hujan turun sangat lebat. Yang saat itu aku tak bawa jas hujan. Aku berhenti dan nerteduh dirumah seseorang. Kunanti hujannya hingga reda,apa dikata hujan ga reda reda lebatnya. Aku putuskan jika nanti sampai jam 5 hujan belum reda,akan kuterobos hujan ini. Karna perjalanan waktunya masih sekitar 1jam lebih dari tempat aku berteduh . Kutunggu dan kulihat, hujan tak berkurang langit mendung merata pasti merata hujannya,dalam benakku. Hingga waktu menunjukkan pukul 17.00 ,hujan tak kunjung reda. Seperti tadi rencanaku akan menerobos hujan, Kulakukan. Demi cinta kataku.. Hehehe... Saat sudah tubuh ini basah kuyup kedinginan, tidak jauh melaju hujannya berangsur angsur hilang.. Benar saja, yang hujan lebat hanya disana tadi.. Hingga sampai tempat aku kerja jacket yang aku pekai kering dari basah kuyup karna terkena angin saat perjalanan..tak lama setelah aku sampai, Dwi menjemputku. Kita pergi ketempat janjian kita. Kata anak gaul ngedat. Sebenarnya aku bingung mau nembak Dwi, Takut. Padahal jelas jelas Dwi menungguku untuk nyatakan cinta. Pernah aku tanya sama temanku tentang gmn caranya nembak cewek. Dikasih saran pakai bunga atau semacamnya.. Sarannya aku ambil, saat itu aku sudah menyiapkan setangkai bunga, ga banyaklah bingung nyembunyiinnya. Lama kita ngobrol-ngobrol. Karna masih takut aku,gimana cara memulainya. Kuberanikan diri,dan kuambil bunga yang ku simpan dibalik baju. Aku bilang maukah kau jadi pacarku. Jika mau,ambillah bunga ini,jika tidak mau, tak perlu kau ambil. Lalu dia mengambil bunga tersebut dan bilang dia bersedia jadi pacarku.. Saat itu baru pertama kali statusku berpacaran resmi. Karna ada acara tembak menembak.. Hehehe...

Minggu, 25 Januari 2015

Cinta Pertamaku


Assalamualaikum.. Kisah ini adalah kisah perjalanan cinta saya sendiri. Sebelumnya saya minta maaf jika nanti dalam tulisan ini menyinggung hati seseorang. Karna semua manusia bersifat lain lain dan punya kekurangan masing-masing. Cerita ini dimulai saat aku menemukan seorang yang aku anggap cinta pertamaku. Dia (sebut saja eka)karna pertama biar mudah nyebutnya.. Hehe 😁 Eka adalah saudara sepupu teman kerjaku. Dan temankulah yang mengenalkannya padaku. Cocok pikirnya. Aku hanya diberitahu seperti apa Eka dan hanya dikasih nomer handphonenya saja saat itu. Kita kenalan lewat sms dan kadang telfon. Meski jarang telfon sebenernya. Makin lama aku rasa nyambung sama Eka. Dan kita ada kesempatan bertemu. Ketika waktu itu Eka kerumah kakaknya. Seperti biasa saat hari raya Idul Fitri qda acara halal bihalal kerumah-rumah saudara. Kita sudah janjian, jadi. Saat Eka kerumah kakaknya aku jg kesana,tp aku sama temanku. Secara temanku adalah sepupunya.. Biasa, modus cinta.. Hehe 😁 Waktu sangat singkat. Kami hanya bertemu beberapa menit.bahkan hanya beberapa detik. Karna Eka harus kerja. Dan kakaknya jg blm tau jika maksud kedatanganku untuk bertemu dengan Eka. Hanya beberapa patah kata. Seuntai senyuman. Setelah pertemuan itu aku merasa jatuh cinta dengannya. Dan aku rasa Eka jg. Waktu berjalan kami sms sudah seperti punya hubungan special meski tak ada kata kita pacaran. Kalu jaman sekarang mungkin namanya HTS (hubungantanpastatus) namun kita sudah punya komitmen saling setia. Bisa dibilang aku ini cowok romantis.. Hehehe kepedean.. Karna apa aku slalu menghawatirkannya kemanapun dia pergi. Dan tak jarang saat Eka ulang tahun aku kirimkan kado atau saat valentine ku kirim bunga. Hubunganku dengannya sudah lama berlangsung meski kita tidak pernah bertemu. Hanya 1 kali.. Dan kedua kalinya saat aku mengantar kado ulang tahunnya sendiri. Karna aku ingin bertemu dengannya lagi. Sama seperti pertemuan pertama,hanya sekejap bertemu. Bulan bulan berlalu tanpa terasa hampir 1tahun mungkin. Aku bilang kepadanya untuk menjadi pacarku.. Namun dia menolak dengan alasan kakak laki-lakinya melarang dia pacaran. Mengingat dia masih belum dewasa. Saat itu dia berumur 19 tahun aku berumur 20 tahun. Sebenarnya dia slalu bilang sama aku jika aku adalah orang yang tepat menjadi pendamping hidupnya. Tp dia tak pernah berani mengabaikan kakaknya. Akhirnya aku bilang ke dia untug backstreet (hubungan tanpa diketahui orang lain). Tetap saja dia tidak mau. Meski pernah aku memberanikan diri datang kerumahnya sekalipun nanti aku dihajar sama kakaknya. Ga takut lah pikirku.. Dan saat itulah aku mengalami yang namanya patah hati,sungguh hancurnya perasaan ini yang belum pernah merasakan sebelumnya. Karna saat dia bilang tdk berani menerobos perintah kakaknya dia menjauhiku. Aku tidak tau saat itu apa yang dia rasakan. Namun yang aku rasakan adalah tak pernah menyerah. Slalu dan slalu menghubunginya meski tak ada respon dari dia. Sampai pernah saya dibilang gila sama dia. Dan memang gila. Cinta itu gila.. Dan nomernya tak pernah aktif setelahnnya. Aku seperti stress. Ga nafsu makan. 1hari kadang cuman 1 kali saat sore saja. Akhirnya aku berfikir kenapa aku tak puasa saja. Kan sama-sama ga makan. Tp kalau puasa kan dapat pahala. Hanya 3hari aku puasa. Aku sudah dimarahi sama temen kerjaku.. Aku kerja di rumah makan. Jadi temanku ibu-ibu jg ada. Dan pastinya lebih memperhatikanku seperti keluarga sendiri.. Waktu move on ku begitu lama. Dan dalam waktu itu aku tetap berharap dia akan kembali dan memintaku untuk menjadi imamnya.. Tak pernah hilang rasa cinta itu. Kulalui dengan kuperbanyak bergaul dengan teman. Hingga muncul seseorang.. Bersambung